Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-24 07:01:55【Tempat Makan】411 orang sudah membaca
PerkenalanDirektur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menghadiri

Jakarta (ANTARA) - Misi dagang Kementerian Perdagangan RI bertajuk "Where Spices Tell Stories" ke Belanda pada 29 Oktober-1 November 2025 mencatatkan potensi transaksi senilai 14,6 juta dolar AS atau sekitar Rp239,4 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengangakan keberhasilan tersebut memberi sinyal positif bagi peningkatan ekspor sektor rempah dan bumbu Indonesia. Capaian itu juga merefleksikan tingginya minat pasar Eropa terhadap produk rempah dan bumbu Nusantara.
"Importir Eropa menilai produk rempah dan bumbu Indonesia memiliki keunggulan dari segi aroma dan kualitas. Produk kita juga berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pasar pangan organik dan berkelanjutan yang sedang berkembang pesat di Eropa," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Adapun rempah dan bumbu yang paling diminati antara lain pala, lada putih, kunyit, jahe, serta bumbu makanan siap pakai.
Potensi transaksi dicapai melalui kegiatan forum bisnis dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) yang diselenggarakan di Indonesia House Amsterdam pada 30 Oktober 2025. Dalam forum ini, pelaku usaha Indonesia memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pembeli asal Belanda, Prancis, dan Jerman.
Misi dagang diikuti sepuluh pelaku usaha Indonesia. Para peserta misi dagang mendapat kesempatan langsung menjajaki kerja sama dagang dengan mitra Eropa, serta memperluas jejaring distribusi di Belanda yang dikenal sebagai pintu gerbang perdagangan Eropa.
Selain forum bisnis, para peserta juga mengunjungi beberapa importir besar seperti Amboina, Nesia Food BV, Bina BV, dan INA Trading/Furnilux untuk mempelajari pola impor dan distribusi produk rempah di pasar Belanda.
Sebagai bagian dari rangkaian misi dagang tersebut, Kemendag menjalin pertemuan dengan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries(CBI) dan Netherlands Enterprise Agency (RVO) pada 31 Oktober 2025.
Pertemuan membahas penguatan kelembagaan ekspor, pengembangan produk, serta akses pasar bagi sektor pertanian dan perikanan.
Suka(95)
Sebelumnya: Nasib perempuan Gaza dua tahun sejak konflik pecah
Selanjutnya: Klasemen Grup H: peluang Indonesia U
Artikel Terkait
- DPR dorong kemandirian gula nasional dari hulu ke hilir
- Masjid Huangcheng, cerita panjang toleransi beragama di Chengdu
- BKKBN Babel
- Kudus didukung 21 SPPG untuk program MBG
- Kemensos rehabilitasi korban ledakan di masjid SMA 72 Jakarta
- BGN bimbing 30 ribu penjamah pangan tingkatkan kualitas layanan MBG
- TNI AL benarkan satu pecatan prajurit terlibat penyekapan di Tangsel
- Palestina desak penempatan pasukan internasional lindungi Gaza
- Daftar makanan tinggi protein untuk bulking dan pembentukan Otot
- Kementerian Kebudayaan berkolaborasi untuk memajukan kebudayaan
Resep Populer
Rekomendasi

Kemenekraf perkuat 28 provinsi miliki Dinas Ekonomi Kreatif

Waspada cuaca panas, ini cara menjaga tubuh tetap sehat

Huawei rilis Nova Flip S,ponsel lipat paling ramah di kantong versinya

Rangkaian alergi bisa berkembang dipicu faktor eksternal

Tokopedia dan TikTok Shop komitmen dorong pertumbuhan ekonomi digital

Prabowo: 36,7 juta penerima manfaat MBG dengan porsi capai 1,4 miliar

Waspada cuaca panas, ini cara menjaga tubuh tetap sehat

Cegah keracunan MBG, Pemkot Bontang perketat pengawasan izin SLHS